Riwayat Hilangnya Tanah Palestina

Lembaga Pers Remaja
2 min readNov 6, 2023

--

Konflik Palestina-Israel sudah berlangsung lebih dari 100 tahun. Tepatnya dimulai pada tanggal 2 November 1917. Kala itu Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour menulis surat untuk Lionel Walter Rothschild, salah satu tokoh Yahudi di Inggris. Surat yang hanya berisi 67 kata tersebut memberikan dampak terhadap Palestina yang masih terasa hingga kini.

Di bawah Deklarasi Balfour, Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour menyetujui pendirian rumah nasional bagi Yahudi di Palestina. Dari migrasi besar tersebut, muncul perlawanan warga Palestina yang khawatir dengan perubahan demografi negara mereka dan penyitaan tanah mereka untuk Inggris yang akan diserahkan kepada Yahudi.

Kekerasan meningkat pada tahun 1936–1939. Saat itu Inggris melakukan penangkapan massal dan peghancuran rumah. Hal itu menjadi sebah praktik yang masih dilakukan hingga saat ini.Lalu pada tahun 1939, Inggris mengerahkan banyak tentaranya untuk melakukan penghancuran dan pembunuhan massal.

Lalu pada tahun 1947, populasi Yahudi telah meningkat pesat sebanyak 33% di Palestina. PBB kemudian menyerukan Resolusi 181 untuk membagi Palestina menjadi negara-negara Arab dan Yahudi. Tentu masyarakat Palestina menolak akan hal itu.

Sebelum Mandat Kekuasaan Inggris berakhir, Israel mengerahkan dan memulai operasi militer guna memperluas perbatasaan dan kekuasaan sebelum negara Israel hadir. Pada 15 Mei 1948, Israel mengumumkan kemerdekaannya. Kemudian perang Arab-Israel pun pecah melawan Mesir, Lebanon, Yordania, dan Suriah. Perang tersebut berakhir pada tahun 1949 setelah gencatan senjata.

Perang Enam Hari melibatkan pertempuran antara Israel dengan Mesir, Yordania, dan Suriah. Perang ini megakibatkan Israel mengklaim kendali atas Gaza dan semenanjung Sinai yang strategis dari Mesir, Tepi Barat dari Yordania, Dataran Tinggi Golan dari Suriah dan Yerusalem Timur.

Kemudian pada tahun 1987 terjadi intifada atau perlawanan yang dilakukan Palestina pertama kali. Saat itu, banyak warga Palestina yang ditangkap dan juga dibunuh. Saat ini juga Hamas yang merupakan cabang dari Ikhwanul Muslimin lahir untuk memberikan perlawanan. Intifada berkahir pada tahun 1993 dengan penandatanganan Perjanjian Oslo dna pembentukan Otoritas Palestina.

Hingga saat ini Israel telah melancarkan banyak serangan militer mulai dari tahun 2008, 2013, 2014, 2021 dan yang paling baru tahun 2023. Ribuan warga Palestina telah terbunuh, termasuk anak-anak, puluhan ribu rumah, sekolah, gedung perkantoran dan bahkan rumah sakit pun ikut hancur. Serangan Hamas pada tahun 7 Oktober 2023 memicu protes bagi warga seluruh dunia.

Suarakan dukungan bagi Palestina. Jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan sekecil apapun bagi Palestina, karena perubahan dimulai dari hal kecil.

Oleh: Danu Rahman Wibowo

--

--

No responses yet